Monday, October 22, 2012

Dimana jodohku?

Tulisan yang sederhana ini, terinspirasi dari obrolan dengan seorang sahabatku yang membahas tentang jodoh. Dia bercerita bahwa kakaknya menikah dengan seorang yang dikenalnya di sebuah bus. Pertemuan yang dapat dihitung dengan jam itu akhirnya menuju ke pelaminan. Tak berbeda dengan kakakku, dia juga menikah dengan seorang yang dikenalnya di dalam bus. Sesuatu yang tak terduga menjadi sebuah cerita indah tersendiri. Selain itu, kakakku juga pernah bercerita bahwa seorang sahabatnya yang telah berta’arufan  selama 8 tahun akhirnya menikah dengan orang yang baru dikenalnya selama beberapa bulan. Dan aku yang berta’aruf dengan pria, akhirnya dia juga menikah dengan orang yang baru dikenalnya.
Seseorang mungkin boleh berencana, akan tetapi Allah yang menentukan. Allah maha penyayang diantara para penyayang, dimana Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Meski terkadang kita sebagai manusia menyesal saat mendapatkan apa yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun, pada akhirnya kita tahu bahwa semua ada hikmah-Nya dan inilah jalan terbaik.
                Dimana jodohku? Itulah yang menjadi pertanyaan yang senantiasa ada saat obrolan santai dengan sahabat-sahabat tercinta. Saat terlihat di ujung-ujung kota banyak berceceran anak muda dengan pasangannya masing-masing. Dan aku masih menikmati keindahan kota tercinta. Menghirup dalam-dalam udara dingin di sepanjang jalanan malam minggu kota. Melepas penat dari tugas yang bejibun. Dan aku masih mengingat perkataan yang sederhana, cinta itu kebenarannya relatif. Ya, relatif, terkadang sangat mudah mencari pasangan untuk bersenang-senang. Namun, disana masihkah tersisa pasangan yang mampu menemani untuk menjalani hiruk-pikuk labirin kehidupan?
                Masih mengingat nasihat dari sahabat, mencari pasangan tak semudah membalikkan telapak tangan. Dan terkadang saat aku bertanya kepada salah seorang sahabat, dia malah memberikan ekspresi bahwa jodoh itu selalu ada dan untuk saat ini kita memang harus meraih sebuah cita. Jalan hidup masih panjang dan saat ini adalah waktunya kita berjihad terlebih dahulu. Makna jihad yang bukan  merakit bom dan membuat histeris. Namun, jihad untuk memerangi kebodohan dan melanjutkan hidup untuk masa depan. Meraih mimpi yang belum dijemput.
Jodoh memang di tangan Allah, namun, jika jodoh selalu di tangan-Nya maka kita pun harus menjemput dia laksana kita menjemput mimpi-mimpi yang senantiasa meluap-luap didalam dada.
                Dimana jodohku?? Ya, setiap hati manusia yang tersembunyi pasti terbesit pertanyaan sekecil ini. Setiap manusia diciptakan Allah secara berpasang-pasangan. Jodoh itu senantiasa dekat dan tinggal bagaimana kita dapat menjemputnya. Boleh jadi yang kita temui meski sekejap menjadi jodoh kita. Atau, mungkin saja orang yang kita benci menjadi seseorang yang kita cintai.
                Hidup itu terlalu singkat untuk tidak berbuat, sehingga kita memang harus berbuat. Dengan menggunakan DUIT (Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakal), semoga kita mendapat jodoh yang mampu membuat kita semakin mencintai-Nya. Yang mampu amar ma’ruf nahi munkar dan fastabiqul khoirot. Hidup di dunia yang sangat sederhana ini, semoga kita mampu memanfaatkan segalanya dan semoga kita terlindung dari kelalaian dan putus asa. Amin J
“Rabb, cintakanlah kami pada seseorang yang mencintai-Mu sehingga menambah kekuatan kami untuk mencintai-Mu. Ya Rabb, jika dia benar untuk kami maka dekatkan hatinya untuk kami dan jika dia bukan milik kami maka damaikanlah hati kami dengan ketentuan-Mu.”
               

9 comments:

  1. bagus artikelnya apa lagi tanggal postingnya. salam dari orang baru

    ReplyDelete
  2. terima kasih ya mas, salam juga ya ^^

    ReplyDelete
  3. YA ALLAH...jika aku jatuh cinta...
    cintakanlah aku kepada seseorang yang mencintai-MU...
    agar semakin kuat cintaku kepada-MU

    ReplyDelete
  4. ingin rasanya segera bertemu jodoh...
    rasa kecewa dan patah hati karena cinta membuatku enggan untuk menjalin hubungan yang hanya sekedar pacaran.. :'(

    ReplyDelete
  5. Semangat mb nonik, Gusti punya banyak rencana kok. Gusti juga sudah nyiapin buat kita, cuma kitanya blm tahy kapan :)

    ReplyDelete
  6. Aamiin yaa rabbal aalamiin..makasih suportnya sis..

    ReplyDelete
  7. Aamiin yaa rabbal aalamiin..makasih suportnya sis..

    ReplyDelete